RSS

Geografi_Tata surya

02 Apr

 

SISTEM TATA SURYA

1. ANGGOTA TATA SURYA

 

Tata surya atau Sistem Tata Surya adalah suatu sistem yang terdiri atas bintang sebagai pusat tata surya dan benda-benda angkasa lain yang mengelilinginya. Matahari adalah pusat tata surya, sedangkan bumi dan planet-planet lain termasuk dalam keluarga tata surya yang berpusat pada matahari. Hal ini sesuai dengan teori heliosentris yang dikemukakan oleh Nicolaus Coppernicus (astronom Polandia )  menyatakan bahwa planet-planet bergerak mengitari matahari. Teori ini mematahkan teori geosentris yang dikemukakan oleh Cloudius Ptolomeus (filosof Yunani) mengemukakan bahwa bumi sebagai pusat alam semesta berada dalam keadaan diam dan planet planet lain bergerak mengelilinginya.

 

 

a. Matahari

Jarak matahari dari bumi sekitar 150 juta kilometer, yang disepakati sebagai 1 SA ( Satuan Astronomi ). Bintang terdekat kedua setelah matahari adalah Alpha Centuri yang berjarak 200.000 SA

Diameter matahari sekitar 1.380.000 kilometer, sedangkan massanya sekitar 340 ribu kali massa bumi.

Matahari merupakan bola gas yang emmpunyai suhu pada pusatnya sekitar 15.000.000oC dan suhu permukaan sekitar 6.000oC

b. Planet-planet

Sampai saat ini kita mengenal ada sembilan planet dalam sistem tata surya kita yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.

Menurut bidang edarnya terhadap kedudukan bumi, planet dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :

· Planet dalam yang terdiri dari Merkurius dan Venus

· Planet luar yang terdiri dari Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus

Sebagai anggota tata surya, planet mempunyai dua gerakan yaitu :

· Gerak planet berputar pada sumbunya yang disebut drngan gerak rotasi

Lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali rotasi disebut dengan kala rotasi

· Gerakan planet mengelilingi mata hari yang disebut gerak revolusi

Lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali revolusi disebut kala revolusi. Lamanya kala revolusi masing-masing planet berbeda-beda tergantung dari jaraknya terhadap matahari.

1. Merkurius

Planet ini mempunyai ukuran kecil denga diameter sekitar 4.862 km dan hampir tidak mempunyai atmosfer, sehingga angkasanya terlihat gelap. Jaraknya dari matahari sekitar 58 juta km. Karena tidak mempunyai atmorfer maka suhu di merkurius sangat ekstrim, pada siang hari suhunya mencapai 427oC dan pada malam hari suhunya mencapai −184oC. Merkurius bergerak mengelilingi matahari dengan cepat, sehingga hanya memerlukan 58 hari untuk satu kali orbit. Sedangkan kala rotasinya 59 hari. Merkurius sering disebut bintang fajar karena terlihat pagi hari.

2. Venus

Venus dikenal sebagai bintang fajar atau bintang senja yang terlihat sangat terang. Hal ini disebabkan karena atmorfernya sangat pekat sebagian besar berupa karbon dioksida dan awan putih sebagai akibat pembakaran asam sulfat panas. Ukuran venus hampir sama dengan bumi, diameternya sekitar 12.100 km dan jaraknya dari matahari sekitar 108 juta km. Suhu di venus relatif stabil pada siang dan malam hari yaitu  sekitar 482oC. Planet ini memerlukan waktu 225 hari untuk satu kali orbit mengelilingi matahari, sedangkan kala rotasinya 243 hari.

3. Bumi

Bumi dikenal sebagai planet biru karena sebagian besar permukaannya berupa air. Bumi memiliki atmosfer yang memungkingkan mahluk hidup dapat hidup di planet ini. Diameter bumi sekitar 12.700 km sedangkan jarak bumi terhadap matahari sekitar 150 juta km atau sering disebut dengan 1 SA. Untuk satu kali orbit mengelilingi matahari, bumi memerlukan waktu 1 tahun ( 365,25 hari ). Sedangkan kala rotasinya 24 jam. Bumi memiliki sebuah satelit alami yang disebut Bulan.

 

4. Mars

Planet mars mempunyai permukaan berupa batu-batuan yang mengandung besi oksida sehingga Mars disebut juga sebagai planet merah, mempunyai kutub es dan gunung berapi yang aktif seperti bumi. Gunung berapi terbesar bernama gunung olympus dengan ketinggian 23.000 m dari permukaan disekitarnya. Hasil penyelidikan Veking 1 dan Veking 2 diperoleh tanda-tanda kehidupan di mars pada masa lalu.  Suhu rata-rata di mars −55oC. Diameter planet ini sekitar 6.800. Kala revolusi terhadap matahari 687 hari, sedangkan kala rotasinya 24,6 hari. Mars memiliki dua satelit yaitu Phobos dan Deim

5. Jupiter

Jupiter merupakan planet terbesar dengan diameter 142.860 km. Jaraknya terhadap matahari sekitar 778 juta km. Kala rovolusinya 12 tahun dan kala rotasinya 9,8 Jam. Jupiter mempunyai atmosfer yang terdiri dari hidrogen dan helium, mempunyai awan dari amoniak dan kristal es yang berputar kencang dalam atmosfer dengan kelajuan 200 mil per jam. Jupiter lebih mudah dilihat dari bumi karena memantulkan 70% cahaya matahari yang diterimanya. Cincin Jupiter sangat samar karena sebagian besar berupa kristal halus. Jupiter mempunyai 16 satelit diantaranya Io, Europa, Ganymeda dan Calisto

6. Saturnus

Saturnus mempunyai diameter 120.000 km. Angkasanya diselimuti oleh sabuk awan yang kaya akan hidrogen dan dapat memantulkan sinar matahari dan suhu dipermukaan −170oC. Jarak saturnus dari matahari kira-kira 1.428 juta km. Saturnus dikenal sebagai planet yang mempesona karena mempunyai cincin yang berlapis terdiri dari kristal es yang lebarnya 402.000 km dan tebalnya 15 km. Kala revolusi planet ini 29,5 tahun dan kala rotasinya 10 jam 36 menit. Mempunyai 18 satelit, yang terkenal adalah Titan.

7. Uranus

Uranus sangat berbeda dengan planet lain karena sumbu rotasinya sebidang dengan bidang edarnya. Planet uranus ditemukan oleh Wiliam Herschel tahun 1781. Planet ini berselubung kabut tebal yang terdiri dari gas metan. Diameternya 50.100 km dan jaraknya terhadap matahari kira-kira 2.870 juta km. Mempunyai kala revolusi 84 tahun dan kala rotsinya 10 jam 48 menit. Urnus mempunyai 15 satelit diantaranya Miranda, Ariel, Umbreil, Titania dan Oberon

8. Neptunus

Jarak neptunus dari matahari kira-kira 4.500 juta km dengan kala revolusi 165 tahun dan kala rotasinya 15 jam 48 menit. Diameternya 48.600 km. Suhu dipermukaan neptunus kira-kira −120oC. Keadaan planet neptunus hampir sama dengan planet uranus sehingga sering disebut planet kembar. Uranus mempunyai cincin tetapi sangat tipis. Jumlah satelit yang dimiliki sebayak 8 buah diantaranya Triton dan  Nereid.

c. Satelit

Satelit merupakan benda angkasa pengiring planet dalam mengelilingi matahari. Sebagai pengiring planet, satelit melakukan 3 gerak yaitu gerak rotasi terhadap sumbunya, gerak revolusi mengelilingi planetnya dan gerak revolusi bersama dengan planetnya mengelilingi matahari. Planet Merkurius dan Venus merupakan planet anggota tata surya yang tidak memiliki satelit. Bumi memiliki sebuah satelit alami yaitu Bulan. Sebagai satelit bulan mengalami tiga gerak yaitu :

1. Gerak berputar pada sumbunya yang disebut dengan gerak rotasi

2. Gerak mengelilingi planet bumi yang disebut dengan gerak revolusi bulan

3. Bersama-sama dengan bumi bulan mengelilingi matahari.

 

Tabel : Satelit yang dimilki oleh planet

 

Planet

Jumlah Satelit

Nama Satelit

Bumi

1

Bulan/Luna

Mars

2

Phobos, Deimos

Jupiter

16

Metis, Andrestea, Almathea, Thebe, Io, Europa, Ganymede, Calisto, Leda, Himalia, Lysithea, Elara, Aanenke,  Carme, Pasiphea, Sinope

Saturnus

18

Atlas, 1980S27, 1980S26, Euphemetheus, Janus, Mimas, Enceladus, Tethys, Telesto, Calypso, Dione, Helena, Rhea, Titan, Hyperion, Iapetus, Phoebe, Pandora

Uranus

15

Miranda, Titania, Oberon, Cordella, Bianca, Cressida, Desdemona, Juliet, Portia, Rosalind, Belind, Puck, Ariel, Umbriel

Neptunus

8

Triton, Nereid, 1989N6, 1989N5, 1989N4, 1989N3, 1989N2, 1989N1

 

d. Asteroid

Asteroid merupakan planet-planet kecil yang terletak diantara planet Mars dan Jupiter. Gugusan dari ratusan ribu asteroid ini disebut sabuk asteroid. Asteroid tersusun atas senyawa carbon, nikel dan besi. Diantara ribuan  asteroid yang mempunyai ukuran paling besar adalah Cares, Pallas, Viesta, Apolo, Troygan, Hygia, Karus dan Divida. Orbit asteroid bervariasi ada yang berbentuk lingkaran dan adapula yang sangat lonjong.  Asteroid Jearus adalah asteroid yang pernah mendekati bumi sampai jarak beberapa ribu kilometer. Asteroid Apolo mempunyai orbit memotong orbit bumi. Troygan merupakan asteroid yang mempunyai orbit yang mengikuti orbit jupiter pada jarak yang sama dengan jarak jupiter dari matahari. Orbit asteroid yang memotong planet mars disebut mars-crossers.

e. Komet

Komet/bintang berekor merupakan anggota sistem tatasurya kita yang mempunyai lintasan sangat lonjong. Komet berasal dari bahasa Yunani Komet yang berarti rambut. Komet tersusun atas senyawa-senyawa amonia, metana, air dan silikat. Bagian komet terdiri dari kepala yang merupakan bagian padat dan ekor komet yang berupa gas yang selalu menjauhi matahari dan berubah-ubah ukurannya. Komet yang paling terkenal adalah Komet Helley (ditemukan oleh Edmunt Helley astronom Inggris) yang muncul setiap 76 tahun sekali. Komet yang termasuk kelompok SabukKuiper dan Awan Oort memiliki periode sekitar 1 sampai 30 juta tahun. Salah satu keluarga komet Jupiter yang pernah terlihat dari bumi adalah Somaker Levy 5 ( SL5 ).

f. Meteor

Meteor adalah benda angkasa yang masuk dalam atmosfer bumi ( karena pengaruh gravitasi bumi ) dan berpijar karena bergesekan dengan atmosfer. Meteor biasa disebut bintang beralih atau bintang pindah. Bagian pecahan meteor yang tidak habis terbakar dalam atmosfer dan dapat mencapai permukaan bumi disebut meteorit. Contoh meteorit yang jatuh di Arizona Amerika Serikat dan membentuk kawah yang disebut Baringger Crater dengan diameter 1.200 m dan kedalaman 200 m.

 

 

2. ASAL USUL TATA SURYA

a. Teori Katastrofi

Teori ini dikemukakan oleh ahli goelogi Thomas C. Camberlin dan ahli astronomi Forest R. Molton dari Amerika Serikat.  Dalam teori ini tatasurya terjadi karena adanya tumbukan antar bintang yang berakibat gas-gas panas dari bintang tersebut terlepas dan mengalami pendinginan. Teori ini juga dikenal sebagai teori planetisional (planet-planet kecil)

b. Teori Evolusioner/Kabut

Teori ini dikemukakan oleh Imanuel Kant (ahli filsafat Jerman) dan Piere Simon Laplace (ahli fisika Perancis) yang mengemukakan bahwa tatasurya terjadi dari suatu awan gas yang berotasi dangat cepat. Bagian tegah kabut menggumpal membentuk matahari sedangkan bagian tepi setelah mengalami proses pendinginan kelompok gas akan membeku membentuk anggota tatasurya. Teori ini dikenal juga dengan teori Nebula atau teori Kant-Laplace

 

c. Teori Protoplanet

Menurut teori ini tatasurya terbentuk dari pemampatan gas dingin karena pengaruh kejutan energi yang melewati sehingga volume gas dingin mulai  mengerut. Bagian dalam dari gas membentuk protomatahari sedangkan bagian luarnya membentuk protoplanet. Teori ini pertama dikanalkan oleh Carl von Weizsaeker (ahli astronom Jerman) dan disempurnakan oleh Gerald P. Kniper.

 

3. HUKUM PEREDARAN TATA SURYA

a. Teori Geosentris

Teori ini berpendapat bahwa semua benda angkasa termasuk matahari beredar mengelilingi bumi. Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli filsafat Yunani bernama Claudius Ptolomeus yang didasarkan dari pengamatan sehari-hari bahwa benda-benda angkasa termasuk matahari seolah-olah beredar mengelilingi bumi.

b. Teori Heliosentris

Teori ini berpendapat bahwa matahari sebagai pusat tatasurya. Teori ini pertama dikenalkan oleh seorang ahli astronomi dari Polandia yang bernama Nicolous Coppernicus. Pada tahun 1609 Johannes Keppler ( ahli matematika dan astronomi dari Jerman ) mendukung teori ini menemukan hukum gerak planetaria yang disebut dengan hukum Keppler, yaitu :

 

1. Planet-planet bergerak melintasi orbit yang berbentuk elips dengan matahari sebagai salah satu fokusnya.

 

Akibat dari pernyataan ini, maka kedudukan planet terhadap matahari selama beredar suatu saat akan berada pada jarak terjauh dari matahari yang disebut dengan titik aphellium dan suatu saat planet tersebut akan berada pada jarak terdekat terhadap matahari yang disebut dengan titik perihelium.

 

2. Garis khayal yang menghubungkan matahari dengan planet, dalam waktu yang sama akan meempuh luas bidang yang sama.

 

Akbibatnya kecepatan planet selama beredar tidak tetap. Pada saat berada pada titik perihelium, kecepatan planet menjadi lebih tinggi dari pada saat planet berada pada titik aphellium.

 

 

D

 

C

 

3. Pangkat dua periode suatu planet sebanding drngsn pangkat tiga jarak rata-rata planet

 

Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :

 

 

 

 

P1 = kala revolusi planet 1

P2 = kala revolusi planet 2

a1 = jarak planet 1 terhadap matahari

a2 = jarak planet 2 terhadap matahari

 

 
Leave a comment

Posted by on April 2, 2011 in My School

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: